GP Ansor & BUMA Gerakkan Ekonomi Desa untuk Pangan Nasional
-
Home
-
BUMA Siap Jadi Katalisator Program GP Ansor dalam Menggerakkan 100 Kader per Desa untuk Membangun Ekosistem Ekonomi Pangan Nasional
BUMA Siap Jadi Katalisator Program GP Ansor dalam Menggerakkan 100 Kader per Desa untuk Membangun Ekosistem Ekonomi Pangan Nasional
Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) meluncurkan "Gerakan Ekonomi Rakyat" sebagai langkah strategis membangun kemandirian pangan nasional. Program ini menargetkan keterlibatan 100 kader di setiap desa untuk mengelola unit usaha produktif yang terintegrasi, mulai dari sektor pertanian hingga peternakan ayam.
Menggerakkan Potensi Desa: Strategi GP Ansor dan BUMA Membangun Kedaulatan Ekonomi Pangan Nasional
Indonesia tengah memasuki babak baru dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) secara resmi meluncurkan Gerakan Ekonomi Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang ambisius untuk mentransformasi setiap desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi produktif. Dengan target menggerakkan 100 kader di setiap desa, program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pangan yang mandiri, kuat, dan berkelanjutan.
Transformasi Kader Menjadi Pilar Ekonomi
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar inisiatif organisasi, melainkan upaya sistematis untuk menempatkan kader Ansor sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi nasional.
"Kader Ansor harus memiliki peran nyata dan berdampak luas. Melalui Kelompok Usaha Gotong Royong, kita akan mengelola sektor pangan mulai dari hulu hingga hilir—meliputi peternakan, pertanian, hingga distribusi produk turunan," ujar Addin. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun rantai nilai yang kokoh, sehingga kemandirian ekonomi bukan lagi menjadi wacana, melainkan realitas yang dapat dirasakan oleh masyarakat desa.

Target Ambisius: 22.800 Kampung Peternakan Ayam
Salah satu pengejawantahan konkret dari Gerakan Ekonomi Rakyat adalah pengembangan 22.800 Kampung Peternakan Ayam yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Proyek ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masif dengan potensi perputaran uang mencapai Rp115 triliun per tahun.
Selain nilai ekonomi yang fantastis, program ini secara langsung menjawab tantangan ketahanan pangan nasional dan penciptaan lapangan kerja baru di tingkat lokal. Keberhasilan inisiatif ini didukung oleh sistem pembiayaan yang terukur, pendampingan manajerial, serta integrasi teknologi modern agar unit-unit usaha kader memiliki daya saing yang tinggi.
BUMA Group: Katalisator Rantai Pasok dan Akses Pasar
Di balik akselerasi program ini, BUMA Group hadir sebagai kendaraan bisnis strategis yang mengonsolidasikan potensi kader. BUMA memikul tanggung jawab besar sebagai katalisator yang menghubungkan unit-unit usaha di desa dengan jaringan industri yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
CEO BUMA, Firmana Tri Andika, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal ekosistem ini. "Tugas kami di BUMA adalah memastikan bahwa produktivitas kader di desa memiliki akses pasar yang pasti dan rantai pasok yang efisien. Jika kita mampu menggerakkan 100 kader per desa secara konsisten, kita sedang membangun kekuatan ekonomi baru yang sangat masif bagi Indonesia," jelas Firmana.
Menuju Indonesia yang Berdaulat Secara Ekonomi
Kolaborasi antara GP Ansor sebagai basis massa dan BUMA Group sebagai entitas bisnis profesional menciptakan model pembangunan ekonomi inklusif yang sulit ditandingi. Dengan menyatukan kekuatan jaringan organisasi yang tersebar luas dengan keahlian teknis bisnis, GP Ansor optimistis dapat mewujudkan visi Indonesia yang lebih hijau, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.
Gerakan ini adalah undangan bagi seluruh kader dan pemangku kepentingan untuk bersinergi. Bukan hanya tentang angka-angka ekonomi, ini adalah tentang masa depan Indonesia yang bertumpu pada kemandirian pangan yang dikelola oleh tangan-tangan pemuda yang progresif.
Share this post: